Keyakinan perjumpaan dengan Allah SWT itu, mesti tertanam dalam hati. Hal ini sebagaimana terlihat dari hadis Rasulullah Muhammad SAW, seperti dilansir dari suaramuhammadiyah.id.

"Apabila dia berdiri untuk mengerjakan salat, kemudian memuji dan mengagungkan Allah dengan pujian yang pantas bagi Allah, dia mengkhusyukkan hatinya untuk Allah, kecuali dia berpisah dengan kesalahannya sebagaimana keadaannya pada hari dilahirkan oleh ibunya." (HR. Muslim)

Baca juga: Meraih Takwa Hakiki, Buah Bulan Ramadan

Beberapa Usaha untuk Khusyuk

Kekhusyukan dalam salat bisa dicapai oleh setiap muslim. Rasulullah SAW mengajarkan doa agar hati menjadi khusyuk.