Baca juga: Lagi, Dokter Gigi di Sultra Meninggal Akibat Terpapar COVID-19
Kapolres Sorong Kota AKBP Ary Nyoto Setiawan saat dikonfirmasi membenarkan bahwa suatu anggota Polres, tiga anggota Brimob, dan satu wartawan luka dalam kericuhan tersebut.
Dia mengatakan, kericuhan berawal saat sekelompok massa yang menamakan dirinya West Papua Nugini yang hendak melakukan long march dari Yohan Klademak menuju Kantor Wali Kota untuk melakukan aksi peringatan kemerdekaan.
Namun polisi mengimbau agar membubarkan diri sehingga terjadi gesekan dan pelemparan batu hingga melukai anggota kepolisian dan juga wartawan.
"Kami sudah mengamankan beberapa orang terkait aksi tersebut. Situasi sudah dikendalikan," ucapnya.
