Pertamina juga telah mengeluarkan dana senilai US$ 530 juta untuk keperluan awal proyek tersebut.
“Secara teknikal, semuanya sudah siap. Pertamina sendiri, kan, sudah membebaskan tanah dari 840 hektar itu, 380-nya dibebaskan oleh Pertamina. Pertamina sudah keluar uang US$ 530 juta,” jelasnya lagi.
Namun demikian, proyek ini masih tertahan karena pengaruh ketidakpastian global. DPR RI mendorong agar proyek ini dimasukkan ke dalam skala prioritas Proyek Strategis Nasional untuk menjamin keberlanjutan dan pengawasan yang maksimal dari pemerintah pusat.
“Padahal, ini proyek strategis yang diputuskan oleh pemerintah sebelumnya. Karena faktor global, maka macet,” lanjut Sugeng.
Baca Juga: Harga Minyak Mentah Tanah Air Melejit, Ini Sederet Pemicunya
