Menurut Bahlil, nilai investasi untuk proyek tersebut mencapai sekitar US$ 24 miliar. Namun, perhitungan terbaru menunjukkan bahwa aspek keekonomian proyek perlu ditinjau ulang karena belum dianggap cocok.
“Nah, sekarang kenapa belum jalan? Setelah dihitung kembali antara investasi dan nilai ekonominya masih terjadi review kembalilah. Belum pas,” ujarnya.
Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional, Taufik Aditiyawarman, juga menjelaskan bahwa FID proyek ditargetkan terealisasi pada kuartal IV 2025. Ia menyebutkan bahwa nilai investasi GRR Tuban saat ini diperkirakan mencapai US$ 23 miliar atau setara Rp 377,84 triliun.
“FID Rosneft itu kalau gak salah di kuartal 4 ini,” kata Taufik saat menghadiri acara the 49th IPA Convex 2025 di ICE BSD, Tangerang Selatan, Selasa (20/5/2025).
Taufik menegaskan bahwa kerja sama dengan Rosneft tetap berjalan meski terdapat sanksi dari Uni Eropa terhadap Rusia. KPI dan Rosneft masih berstatus sebagai mitra Joint Venture resmi dalam proyek tersebut.
