“(GRR) Tuban kan masih sama Rosneft,” ujar Taufik. “Kan sebagai ini tugas kita partnershipnya JV kan? Kita kan harus melaksanakan tugas JV kita,” tambahnya.
Taufik juga mengakui bahwa akibat keterlambatan pengerjaan proyek, nilai investasi kemungkinan akan mengalami kenaikan dari perhitungan awal.
Baca Juga: Harga Minyak Mentah Global Menyala Sepanjang Sejarah, Tersulut Rudal Iran ke Israel
“Proyeksinya (biaya) akan lebih (dari perkiraan awal). Pastikan dampak,” jelasnya.
Kilang Tuban merupakan hasil kerja sama antara PT KPI dan Rosneft yang membentuk perusahaan patungan bernama PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PTPRPP). Dalam struktur saham PTPRPP, KPI menguasai 55?n Rosneft Singapore Pte. Ltd. menguasai 45%.
