Baca Juga: Dua Kapal dan Tiga Helikopter Polda Bali Siaga Amankan KTT WWF ke-10
Kebangkitan nasional juga dipicu oleh masuknya perkembangan pikiran dari kaum muda. Faktor pendorong kebangkitan nasional terbagi menjadi dua, yaitu faktor eksternal dan internal.
Faktor internal meliputi penderitaan berkepanjangan akibat penjajahan, kenangan kejayaan masa lalu seperti Kerajaan Sriwijaya atau Majapahit, dan munculnya kaum intelektual yang menjadi pemimpin gerakan.
Sedangkan faktor eksternal mencakup timbulnya paham-paham baru di Eropa dan Amerika seperti nasionalisme, liberalisme, dan sosialisme, munculnya gerakan kebangkitan nasional di Asia seperti Turki Muda dan Kongres Nasional India, serta kemenangan Jepang atas Rusia pada perang Jepang-Rusia yang menyadarkan negara-negara di Asia untuk melawan negara Barat.
Pada awal abad ke-20, hampir tidak ada orang Indonesia yang mengenyam pendidikan tingkat menengah. Sejak saat itu, Politik Etis memungkinkan perluasan kesempatan pendidikan menengah bagi penduduk asli Indonesia. Pada tahun 1925, fokus pemerintah kolonial bergeser ke penyediaan pendidikan kejuruan dasar selama tiga tahun.
