Pada usia 40 tahun, Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama di Gua Hira pada malam 17 Ramadan. Malaikat Jibril menyampaikan wahyu tersebut, yang memerintahkan Nabi untuk membaca. Inilah awal mula turunnya Al-Qur'an, yang menjadi petunjuk hidup bagi seluruh umat manusia.

Setelah menerima wahyu, Nabi mulai berdakwah menyebarkan Islam di Mekkah. Pada awalnya, beliau berdakwah secara sembunyi-sembunyi kepada keluarga dan sahabat terdekat.

Namun, seiring waktu, beliau mulai berdakwah secara terang-terangan, yang menimbulkan banyak tantangan dan penolakan dari masyarakat Mekkah, khususnya para pembesar Quraisy.

Gangguan yang dialami oleh Nabi dan pengikutnya semakin berat, mulai dari intimidasi, penganiayaan, hingga usaha pembunuhan. Dalam dakwahnya, Nabi menekankan pentingnya keesaan Allah dan kepercayaan pada hari kiamat, yang bertentangan dengan keyakinan masyarakat Mekkah yang menyembah berhala.

Puncak tekanan terhadap Nabi Muhammad SAW terjadi ketika beliau dan pengikutnya dipaksa untuk berhijrah. Nabi memutuskan untuk hijrah ke Madinah pada tahun 622 M, tepatnya pada tanggal 2 Rabiul Awwal.