Perjalanan hijrah ini bukan hanya bertujuan untuk menyelamatkan diri dari ancaman kaum Quraisy, tetapi juga untuk membangun komunitas Muslim yang lebih kuat di Madinah.
Baca Juga: 6 Doa Dibaca saat Rabu Wekasan, Lengkap dengan Terjemahannya
Ada beberapa alasan mengapa Nabi Muhammad SAW memilih Madinah sebagai tempat hijrah. Pertama, penduduk Madinah sudah berbaiat dan memeluk Islam. Kedua, masyarakat Madinah dikenal ramah dan memiliki pengalaman dalam peperangan. Ketiga, Nabi memiliki hubungan darah dengan Bani Najjar, salah satu suku yang tinggal di Madinah.
Selain itu, letak Madinah yang strategis menjadikannya tempat yang ideal untuk membangun basis kekuatan Islam. Perjalanan hijrah yang penuh tantangan ini menjadi titik balik dalam sejarah Islam, karena setelah hijrah, dakwah Islam semakin berkembang pesat dan mendapat dukungan dari berbagai kalangan.
Setelah tiba di Madinah, Nabi Muhammad SAW mulai membangun masyarakat yang berlandaskan pada nilai-nilai Islam. Mendirikan masjid sebagai pusat kegiatan ibadah dan pemerintahan. Selain itu, Nabi juga mempersaudarakan kaum Muhajirin (pendatang dari Mekkah) dengan kaum Anshar (penduduk asli Madinah) untuk menciptakan persatuan di antara umat Muslim.
