Setelah resmi menjadi pemimpin kerajaan, Basyar mengganti namanya menjadi Zulkifli, yang berarti orang yang sanggup menepati janji. Perubahan nama tersebut mencerminkan komitmen dan keteguhan hati yang luar biasa.
Dalam Al-Qur’an disebutkan, “Dan (ingatlah kisah) Ismail, Idris dan Zulkifli. Semua mereka termasuk orang-orang yang sabar. Kami telah memasukkan mereka ke dalam rahmat Kami. Sesungguhnya mereka termasuk orang-orang yang saleh” (QS Al-Anbya: 85–86).
Sebagai seorang pemimpin baru, Nabi Zulkifli menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab. Ia dikenal sebagai raja yang tidak pernah lalai dalam urusan rakyatnya. Bahkan, beliau lebih mengutamakan kepentingan umat dibandingkan kepentingan pribadinya. Setiap hari ia berpuasa, dan setiap malam ia beribadah kepada Allah SWT.
Kesabaran dan konsistensinya menjalankan ibadah menjadi teladan bagi seluruh rakyat. Nabi Zulkifli juga memegang janji untuk tidak mudah marah, meskipun dalam kondisi tertekan atau mendapat ujian berat sekalipun.
Namun, perjalanan hidup Nabi Zulkifli tidak lepas dari tantangan. Salah satu ujian datang ketika terjadi pemberontakan dari orang-orang yang durhaka kepada Allah SWT. Nabi Zulkifli kemudian memerintahkan rakyatnya untuk ikut berperang melawan pasukan tersebut.
