Sayangnya, rakyat yang biasa dilayani dengan baik oleh Nabi Zulkifli justru menolak untuk berperang karena takut mati. Mereka memberikan syarat kepada Nabi Zulkifli, bahwa mereka mau berperang jika dijamin tidak akan mati dalam peperangan tersebut.

Nabi Zulkifli tidak menolak permintaan mereka. Ia langsung berdoa kepada Allah SWT agar umatnya diselamatkan dalam pertempuran. Doanya dikabulkan, dan dengan izin Allah SWT, pasukan rakyat yang dipimpin Nabi Zulkifli memenangkan perang tanpa satu pun korban jiwa.

Kisah itu menjadi bukti kekuatan doa dan kedekatan Nabi Zulkifli dengan Allah SWT. Ia menunjukkan bahwa seorang pemimpin harus senantiasa mengandalkan pertolongan Allah dalam menghadapi kesulitan. Setelah perang tersebut, rakyatnya mulai merasakan kehidupan yang lebih damai dan sejahtera.

Cobaan lain datang dari rakyatnya sendiri. Meski telah berjasa, masih ada orang-orang yang ingin menghancurkan kepemimpinan Nabi Zulkifli. Mereka menentang kebijakan dan keputusannya, namun Nabi Zulkifli tetap bersabar dan tidak membalas dengan amarah.

Bahkan, pada saat rakyat meminta syarat yang aneh dan berat, Nabi Zulkifli tetap menghadapinya dengan kepala dingin. Dalam salah satu momen penting, ia memilih berdoa kepada Allah daripada memaksakan kehendaknya kepada rakyat.