Namun, Nabi Zulkifli tidak menunjukkan kemarahan yang meledak-ledak. Ia tetap tenang dan sabar, hingga akhirnya iblis menyerah dan mengaku bahwa ia diutus untuk menggoda Nabi Zulkifli. Rencana iblis gagal karena Nabi Zulkifli tidak terpancing emosi.
Sifat sabar yang luar biasa itu menjadi ciri khas Nabi Zulkifli dan menjadi teladan utama dalam kisah kenabiannya. Dalam segala keadaan, beliau tetap bersikap tenang, tidak mudah marah, dan selalu kembali kepada Allah SWT dalam mengambil keputusan.
Hingga akhir kepemimpinannya, rakyat negeri Syam hidup dalam kedamaian dan kesejahteraan. Tidak ada lagi peperangan atau pemberontakan karena mereka menyadari kebesaran jiwa pemimpin mereka. Nabi Zulkifli dikenal sebagai raja yang adil, sabar, dan berpegang teguh pada janji.
Hingga kini, peninggalan Nabi Zulkifli masih diyakini ada di sebuah kota kecil bernama Kirf, di selatan Baghdad. Menurut penduduk sekitar, terdapat sebuah makam yang berada di antara kota Shira dan Nazab di sisi sungai Efrat, yang diyakini sebagai makam Nabi Zulkifli.
Kisah Nabi Zulkifli, mulai dari diangkat menjadi raja hingga menghadapi godaan iblis, menjadi pelajaran penting bagi umat Islam. Ia bukan hanya dikenal karena jabatan atau kekuasaan, tetapi karena keteguhan dalam iman dan kesabaran yang luar biasa.(C)
