JAKARTA, TELISIK.ID - PDI Perjuangan (PDIP) memperingati serangan terhadap Kantor Pusat DPP PDI 27 Juli, dikenal sebagai peristiwa Kudatuli atau Sabtu Kelabu. Ini bukan rahasia umum lagi di masa Orde Baru, tetapi kenangan yang tetap membekas dalam sejarah politik Indonesia.
Acara ini dihadiri oleh Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Wasekjen PDIP Yoseph Aryo Adhie dan Sadarestuwati, Wakil Bendahara PDIP Yuke Yurike, serta beberapa Ketua DPP PDIP seperti Ganjar Pranowo, Yasonna Laoly, Ribka Tjiptaning, Eriko Sotarduga, dan Wiryanti Sukamdani, Sabtu (27/7/2024).
Kegiatan tersebut juga diisi dengan pembacaan puisi oleh Amien Kamil dan musikalisasi puisi oleh Fajar Merah, serta aksi teatrikal penyerangan kantor DPP PDIP, merekonstruksi peristiwa Kudatuli, seperti dilansir dari kumparan.com.
Bonnie Triyana, Kepala Badan Sejarah PDIP, menegaskan bahwa acara ini bukan untuk membangkitkan luka lama, tetapi untuk merawat ingatan yang mungkin masih traumatik bagi sebagian orang.
Menurutnya, tidak akan ada reformasi dan pemilihan presiden secara langsung tanpa peristiwa Kudatuli. Peristiwa ini dianggap sebagai tonggak penting dalam perjalanan politik Indonesia, membuka jalan bagi demokrasi yang lebih terbuka.
