SAL Tegal menjadi pusat pendidikan pertama bagi calon perwira dan bintara TNI AL, yang kemudian menjadi dasar pengembangan lebih lanjut pendidikan militer laut di Indonesia.

Perkembangan TNI AL terus berlanjut seiring dengan pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Belanda pada tahun 1950.

Seluruh pangkalan dan kapal perang yang sebelumnya dikuasai Belanda diserahkan kepada ALRI, yang kemudian menjadi TNI AL, dengan penambahan personel dan armada kapal.

TNI AL mulai memperluas program pendidikannya, termasuk mendirikan Kesatrian Pendidikan AL di Pasiran, Surabaya.

Kesatrian ini kemudian dipindahkan ke Morokrembangan dan menjadi pusat pendidikan utama bagi calon perwira, bintara, dan tamtama TNI AL.