Menurutnya, jika masyarakat Bombana akan mudik ke luar, sangat mungkin tidak diizinkan. Tetapi jika masyarakat yang dari luar masuk ke Bombana dapat melalui jalur izin pimpinan perusahaan, seperti yang telah dicontohkan beberapa waktu lalu.

"Ini juknis membingungkan, kalau dari luar bisa masuk dengan izin pimpinan, sementara penyebaran wabah ini karena dibawa dari luar Bombana. Buktinya di Masaloka, tidak akan ada corona di sana kalau tidak dibawa dari luar daerah, kok Satgas masih memberi peluang masuknya orang dari luar," tuturnya.

Keterangan terpisah, Ketua DPRD Bombana, Arsyad, juga turut bingung melihat kinerja Satgas khususnya terhadap pengendalian orang keluar masuk Bombana.

Baca juga: 109 OTG Buton Tengah Dirapid Test

"Benar memang setelah beberapa kali kami cek di lapangan sungguh Pemerintah Kabupaten Bombana masih tidak komitmen ingin putuskan rantai sebaran virus yang dibawa oleh pendatang," ujar politisi Partai NasDem itu.