"Proses produksinya, kami mengolah sagu dari mitra kami di Desa Galu menggunakan pengering dengan teknologi blower, tujuannya untuk mengurangi kadar air dari sagunya. Selanjutnya kami juga meracik bumbu kering dan pasta kuahnya," ujar Ahmad.
Proyek pengemasan songgi itu dibantu pendanaan dari Pertamina Foundation melalui programnya bernama PF MUDA, untuk mewujudkan inovasi di Desa Galu Kecamatan Anggalomoare, Kabupaten Konawe.
Pemasaran songgi ini sudah dimulai dari akhir Desember 2022 dan saat ini sudah laris terjual hingga wilayah Jawa Timur, Yogyakarta dan Pulau Jawa.
Saat ini penjualan dilakukan via online maupun offline. Untuk online bisa didapatkan pada tiktokshop (https://vt.tiktok.com/ZS8DX88Qg/), shoope (https://shp.ee/sxyvaqw), Instagram dan Facebook (songgi_skib). Sedangkan untuk penjualan offline saat ini baru ada di Raisya craft.
Baca Juga: Potensi Spot Wisata Bukti Alang-alang di Kota Kendari
