KENDARI, TELISIK.ID – Bernama lengkap Apriyani Rahayu biasa di panggil Ani sudah sangat terobsesi menjadi pemain bulutangkis sejak berusia 9 tahun. Saat di wawancara oleh salah satu media sport nasional yang disiarkan oleh chanel youtube, Ani berbagi cerita bagaimana hingga dirinya menjadi atlet dunia.

Lahir di Lawulo sebuah desa kecil yang masih termasuk dalam wilayah Kecamatan Anggaberi, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Nyaris tak ada yang terlalu istimewa di desa tersebut. Tapi, di desa itulah Apriyani Rahayu dilahirkan pada 29 April 1998 lalu.

Bermula dari kesenangannya bermain bulu tangkis sejak kecil, ketika itu Ani pertama kali bermain hanya menggunakan raket yang terbuat dari kayu dibuat oleh ayahnya Amirudin yang ia sebut sebagai opande.

“Jadi di depan rumah kan halamannya lumayan besar, ada tetangga saya laki-laki nah dia juga senang bulutangkis. Karena saya nggak ada raket saya gunakan raket kayu, dibuatin oleh opande. Bener-bener kayu, di situ main aja berdua sama anak cowok itu, kock (bola) juga yang udah rusak banget, kita main aja sampe sore, sampe keringatan,” ucap Apriyani.

Tak hanya itu, kehidupan serba terbatas membuat Ani mesti membantu kehidupan keluarganya kala itu. Ia terpaksa membantu ibunya (omande) yang sudah meninggal, untuk berjualan sayur keliling. Di mana sebelumnya sayur tersebut hasil panen yang ditanami sendiri oleh orang tuanya.