“Jadi Pak Yuslan ini mengusulkan saya ke Bapak Icuk Sugiarto. Pak Icuk, nih ada bibit atlet dari Konawe bagus, bla bla bla. Makanya saya di Jakarta di PB Pelita tempat pak Icuk ini,” beber Ani.

Ani Sempat mendapatkan penolakan untuk bergabung. Tetapi selaku pengurus pak Akip meminta dan meyakinkan kepada Icuk agar Apriyani Rahayu bisa diterima. Namun akhirnya diterima dengan beberapa syarat.

“Coba lihat dulu anak ini selama tiga bulan, kata Pak Akip. Kalo ada perkembangan dia (Ani) boleh masuk, sudah dijelasin juga bahwa saya orang biasa nggak berada, juga nggak bisa bayar. Jadi di buka langsung semuanya,” ungkapnya.

Wanita Suku Tolaki itu tak mau menyia-nyiakan kesempatan selama tiga bulan. Dengan tekad dan perjuangan akhirnya selama tiga bulan ia berlatih, perkembangan pesatpun ditunjukan Ani selama berada di PB Pelita.

“Ada perkembangan Alhamdulillah, pada akhirnya saya diberi fasilitas seperti gratis latihan, gratis nyuci, sehingga bisa dibilang Pa Icuk ini sangat berjasa dalam karir bulutangkis saya,” jelas Ani.