Pada 2012 prestasinya makin bersinar sejak berpasangan dengan Jauza Fadhillah Sugiarto yang tak lain adalah putri bungsu Icuk Sugiarto. Berbagai prestasi nasional dan internasional untuk kelompok usia taruna terus ditoreh bersama Jauza.

“Ke Jakarta awalnya saya main single dulu. Tapi pelatih saya Toto Sunarto bilang, kamu main doble aja lebih prospeknya double sama mix double. Pada akhirnya saya pasangan sama Jauza,” kenangnya.

Berbagai prestasi yang ditorehnya, Apri tak menyangka mulai mendapat kepercayaan membela tim Merah Putih di ajang Kejuaraan Dunia Yunior 2014 di Alor Setar, Malaysia. Namun, kali ini ia tidak dipasangkan dengan Jauza, melainkan Rosyita Eka Putri Sari.

Di luar dugaan, Apri/Rosyita berhasil mencapai babak final sebelum kalah dari pasangan Tiongkok, Chen Qingchen/Jia Yifan. Seperti diketahui Chen Qingchen/Jia Yifan saat ini menjadi salah satu pasangan ganda putri yang disegani setelah beranjak ke senior.

Sukses menjadi runner-up bersama Rosyita itulah yang akhirnya mengantar Apri ke Pelatnas PBSI Cipayung. Ilmu bulutangkisnya pun terus terasah dengan arahan pelatih-pelatih yang makin berkualitas.