"Awalnya saya tidak membuat donat, saya belajar dari berbagai sumber untuk mendapatkan satu produk donat yang sesuai dengan selera konsumen kemudian dibekukan. Dengan harapan karyawan itu bisa bekerja setiap hari," ujarnya.
Meski begitu, menemukan kesuksesan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Setidaknya itulah yang dirasakan oleh Endah dengan berbagai rintangan dan halangan yang ia temukan.
Baca Juga: Selain Jamu, Ini 10 Cara Memperlancar ASI untuk Si Kecil
"Tahun 2017 setelah kami melewati jatuh bangunnya usaha, banyak susahnya gitu. Kita coba-coba resep sampai kita menemukan resep yang kita mau," kisahnya.
Seiring waktu, bisnis donatnya ini pun semakin berkembang pesat. Ia yang awalnya dulu hanya memproduksi donat di dapur kecil, kini telah pindah ke sebuah garasi mobil di tempat tinggalnya.
