“Awalnya saya takut ibu jadi panik. Tapi dengan bantuan teman-teman, saya akhirnya memberitahu beliau perlahan-lahan,” ujar Husni dengan suara sedikit sedih.

Mendengar kabar dari anaknya, Asriani yang berada di Kabupaten Konawe, langsung bergegas menuju Kendari, yang berjarak sekitar satu jam perjalanan.

Asriani tidak ingin mengulang pengalaman sebelumnya ketika Husni pernah mengalami gejala serupa saat masih duduk di bangku SMA, namun saat itu tidak dilanjutkan dengan tindakan medis yang lebih serius.

“Dulu, saat pertama kali terjadi, kami membawanya ke RSUD Konawe, tapi ayahnya belum siap untuk mengambil keputusan operasi. Kami hanya mengandalkan pengobatan biasa,” kenang Asriani.

Setelah sampai di RS Bahteramas, dokter segera mendiagnosis Husni dengan apendisitis atau radang usus buntu yang memerlukan tindakan operasi. Tanpa menunda waktu, prosedur operasi pun langsung dijadwalkan.