BOMBANA, TELISIK.ID - Dedi Wahyudin yang akrab disapa Om Dedi dan menjadi korban pembunuhan oleh penumpang, adalah seorang sopir angkutan umum rute Kendari-Bombana berusia 54 tahun. Setiap hari, ia mengendarai mobilnya dengan penuh dedikasi, mengantarkan penumpang dari satu kota ke kota lainnya.
Namun, lebih dari sekadar sopir, Om Dedi adalah teman bagi banyak orang. Ia dikenal karena senyum ramahnya, sapaan hangatnya dan kepeduliannya terhadap sesama. Bagi para penumpang, ia bukan hanya pengemudi, tetapi juga sosok yang selalu siap mendengarkan cerita mereka, memberikan nasihat, atau sekadar berbagi tawa.
Kebaikan Dedi tidak hanya dirasakan oleh para penumpangnya. Rekan-rekannya sesama sopir juga merasakan dampak positif dari sikapnya. Ia sering membantu sesama sopir yang kesulitan, baik itu dalam hal teknis kendaraan maupun dalam menghadapi masalah pribadi. Kehadirannya di terminal selalu dinantikan, karena ia membawa aura positif yang membuat suasana menjadi lebih hangat.
Baca Juga: Peserta Seleksi PPPK Muna Tahap II 2.923 Orang, Jadwalnya 12-14 Mei
Fikrian (24), seorang rekan sesama sopir rute Kendari–Bombana, mengenang Om Dedi sebagai sosok yang tidak hanya berperan sebagai pengemudi, tetapi juga sebagai teman sejati di jalan.
