Baca juga: Tranding di Twitter, Penggagas ITP Tegaskan Nikah Muda Bagi yang Sanggup
Dalam sehari, Epang bisa mendapatkan uang sebesar Rp 50 ribu dari hasil mulungnya.
"Yang paling sering saya timbang itu, plastik dan gardus. Tapi kalau ada wajan tembaga atau Kuningan juga saya ambil juga sebagai tambahan," tutur Epang saat ditemui di simpang lampu merah Wahidin, Kelurahan Batulo.
Senada dengan kerabatnya, Opit (14). Anak ke delapan dari sembilan bersaudara merupakan salah satu siswi di SMPN 17 Baubau. Ia menggeluti profesi mulung ini sejak dua tahun lalu atau masih duduk di bangku SD kelas lima. Saat mulung dulu, ia jalan bersama orangtuanya.
"Sekarang ini saya jalan sama adik sepupu ku," tutur Opit dengan sedikit malu.
