"Pernah ada pesanan tirai besar sekali harga Rp 6 juga, tapi itupun hanya kembali modal," tuturnya.
Memutar modal untuk membeli bambu membuat wanita paru bayah ini harus ikhlas terkadang tidak mendapat keuntungan.
"Ya, alhmdulilah kadang juga ada rezeki, kalau lagi musiman banyak pesanan, tapi kalau lagi sepi kadang tidak sampai modal," ucapnya.
Menurut pantauan Telisik.id usaha kerajian ini terbilang cukup unik di kalangan saat ini, namun usia Feni yang sudah cukup tua dan anak-anaknya yang sudah menikah sehingga kerajinan ini tidak diekspos di media sosial untuk dipasarakan melalui digital.
"Ya saya jual di sini saja tidak ke mana-mana, pelanggan tau karena sudah lama saya disini, ujarnya.
