Membuat kerajinan bambu hanya dibantu suami dan keempat anak-anaknya atau ada karyawan yang mau memborong kerja per hari.
Feni bersama suami tinggal serumah dengan anak-anaknya yang sudah menikah, untuk membantu mengrajin bambu karena ia sudah cukup tua untuk beraktivitas setiap hari.
Di samping itu, tanah tempat ia mendirikan rumah merupakan pinjaman dari orang China. Selain mereka tinggal juga menjaga alat berat pemilik tanah tersebut dengan diberi gaji Rp 1 juta atau bantuan per bulan.
Sementara dua karyawan Feni yang meraut bambu biasanya tidak datang setiap hari, namun sesuai kesempatan dan tenaga untuk memborong sehingga anak-anaknya yang turun tangan membantu Feni.
Baca Juga: Kisah Bule Asal Jerman Putuskan Mualaf Usai Lihat Muslim Salat
