Rasa penasarannya juga muncul ketika ia mendengar banyak orang menyebut kitab suci tersebut membawa pesan kekerasan dan kebencian. Namun setelah membaca dan mempelajari Al-Qur’an, ia sedikitpun tidak menemukan isi kekerasan di dalamnya.
Selanjutnya ia mempelajari Al-Qur’an lebih dalam lagi sehingga dari tuntunan Al-Qur’an tersebut akhirnya ia memutuskan untuk mualaf di Inggris tepatnya di Piety Islamic Center.
Setelah menjadi mualaf, Maryum mengungkapkan, justru menemukan hal yang berbeda saat aktif melibatkan diri di masjid-masjid. Ia bahkan sering bertemu dengan oang-orang muslim yang sangat memperlakukannya dengan baik. (C)
Penulis: Wa Ode Sunaimi Rahman
Editor: Haerani Hambali
