"Saat itu kami star dari pelabuhan Wamengkoli menuju Baubau. Sebenarnya tidak bisa lagi karena kapal sudah full. Tapi setelah petugas menata ulang seluruh kendaraan yang masuk, akhirnya mobil kami bisa masuk," tutur Mursih, Kamis (22/1/2022).

Karena kendaraan full dan tak memungkinkan untuk keluar, ia memutuskan menetap di dalam mobil mengingat perjalanan penyebrangan yang ditempuh hanya memakan waktu kurang dari 30 menit.

Semula tak ada yang berubah. Semua berjalan seperti biasa. Di dalam mobil, ia berlayar bersama istri dan ketiga orang anaknya serta ditemani ipar.

Ketika berada di tengah laut, suasana mulai berubah. Keceriaan yang tadinya menyelimuti keluarga itu berubah menjadi kepanikan bercampur rasa takut. Pasalnya, ombak besar mulai menggoyang kapal.

"Waktu kejadian itu, saya takut dan panik karena ada anak tiga orang dalam mobil dan istri. Ada juga satu keluarga," ucapnya.