KENDARI, TELISIK.ID - Ketika sebagian besar masyarakat kota masih terlelap dalam mimpi, sebelum fajar menyingsing, seorang kakek bernama La Wuru (63) dengan tekun mulai menyusuri jalanan kota, membersihkan setiap sudut yang terlihat kotor.

Di kamarnya yang remang, hanya ada sedikit cahaya dari lampu jalan yang masuk melalui jendela. Setiap hari, rutinitasnya tak pernah berubah. Ia bangun pukul tiga pagi, bersiap, lalu keluar rumah dengan sapu lidi usang di tangan.

Setiap pagi, La Wuru menyusuri jalan-jalan kota, menyapu daun-daun kering, sampah plastik, dan sisa-sisa makanan. Gerakan sapunya teratur, seirama dengan langkah kakinya yang mantap.

Udara pagi yang sejuk terasa menusuk kulit. Sesekali ia menarik napas dalam-dalam, menikmati udara segar yang belum tercemar. Di tengah keheningan, hanya suara sapu lidinya yang terdengar menyapu aspal, ditemani kicauan burung pagi.

"Jam empat subuh saya sudah mulai jalan, biar kalau sudah terang, jalanan bersih. Pulangnya sekitar jam sembilan," ujar La Wuru kepada Telisik.id.