Dalam perjalanan menuju pintu keluar, Retno berpapasan dengan seorang perawat yang mendorong ranjang rumah sakit. Di atas ranjang tersebut terdapat seseorang yang seluruh tubuhnya sudah ditutup kain.
Retno kemudian menyadari bahwa orang yang berada di atas ranjang itu telah meninggal dunia. Ia mengaku sempat merasa merinding, tetapi tetap melanjutkan perjalanan.
Di ujung lorong, Retno bertemu seorang pria berusia sekitar 50 tahun. Keduanya kemudian berbincang. Pria tersebut memperkenalkan dirinya sebagai Karyo, petugas kamar mayat yang telah puluhan tahun bekerja di rumah sakit tersebut.
Karyo disebut bertugas mengurus jenazah, termasuk memandikannya sebelum diserahkan kepada keluarga.
“Saya sudah puluhan tahun kerja seperti ini, jadi ya biasa saja. Mungkin orang lain menganggap serem karena tidak biasa,” kata Retno menirukan perkataan Karyo, sebagaimana dikutip dari laman Elmadani, Kamis (17/9/2026).
