Setiap hari mulai pukul 14.00, ia berangkat dari rumahnya di Kabupaten Konawe diantar oleh salah seorang kerabatnya di Kota Kendari untuk menjual pisang-pisangnya.

Sebelum menjual pisang di pinggir jalan, ia mulai dengan berkeliling terlebih dahulu dari rumah ke rumah untuk menjual pisangnya agar cepat laku.

Setelah pukul 18:00 ia kembali duduk di pinggir jalan hanya beralaskan karung untuk menjajakan pisang-pisangnya yang belum laku saat dijual keliling.

Dengan segenap kekuatannya, setiap hari ia membopong pisang-pisang yang dijualnya itu bersama anak-anaknya yang selalu menemani berjulan.

Bertambah rasa lelah, jika sang anak tidak mampu berjalan mengikutinya, ia pun harus menggendong bersamaan dengan pisang-pisangnya yang belum laku.