Dalam sehari, Hastitin biasanya mendapat keuntungan sekitar Rp 70 ribu dari hasil jualannya. Kerupuk dijualnya seharga Rp 5.000 per bungkus dan tisu Rp 15.000.

Baca Juga: Libur Sekolah, Bocah 13 Tahun Bantu Orang Tua dengan Berjualan Buroncong

Bagi banyak orang, angka tersebut mungkin terlihat kecil, namun bagi Hastitin, hasil itu sangat berarti untuk kelangsungan hidup dan pendidikan anaknya.

Namun, perjuangan ini tidak selalu mulus. Saat lampu merah menyala, ia sering diabaikan oleh pengendara. Tak jarang, ia harus berhadapan dengan petugas Satpol PP yang melarangnya berjualan di lokasi tersebut. Meski sering dikejar-kejar atau bahkan ditangkap, ia tetap bertahan.

"Saya harus jualan, kalau tidak ada Satpol PP saya menjual," katanya dengan mata berkaca-kaca, mengingat perjuangannya selama ini.