Puncaknya, Canyon mengucapkan syahadat secara pribadi saat listrik mati di lift, ia berdoa meminta petunjuk, dan saat listrik menyala kembali, ia anggap sebagai tanda dari Allah. Keesokan harinya, ia resmi mengucapkan syahadat di masjid.  

Ia menyebut dirinya sebagai revert (kembali ke fitrah), bukan convert, karena percaya semua manusia lahir dalam keadaan suci.

Pasca mualaf, Canyon melanjutkan perjalanan ke UAE (Dubai), yang ia gambarkan sebagai jembatan antara budaya Barat dan Islam, dengan 80 persen penduduk ekspatriat yang membuatnya ideal untuk memperkenalkan Islam kepada orang skeptis.  

Di Arab Saudi, ia tinggal dua bulan di Riyadh, terkesan dengan kebersihan, keamanan, dan gaya hidup modern. Ia juga menunaikan Umrah di Mekkah dan Madinah, melakukan ritual seperti thawaf di Ka'bah dan mencukur rambut, yang memberinya rasa sanctuary dan kedekatan spiritual.  

Suara adzan lima kali sehari menjadi highlight baginya.Reaksi keluarga sangat suportif. Canyon memberitahu saudaranya terlebih dahulu, lalu orang tuanya dua minggu kemudian.