Kegemarannya mengonsumsi obat herbal yang terbukti manjur memotivasi Marwiah untuk membagikan resep obat tersebut kepada orang lain. Setiap pagi, ia pergi ke kebun untuk mengumpulkan bahan baku obat herbalnya.
Menurutnya, hampir 70 persen tanaman yang tumbuh di Pulau Makasar adalah obat alami yang bermanfaat bagi masyarakat.
Proses pembuatan obat herbal ini melalui beberapa tahap. Bahan baku yang dikumpulkan terlebih dulu dibersihkan, dicincang, dan dihaluskan, kemudian dijemur dengan memanfaatkan panas matahari. Proses pengeringan ini memakan waktu antara 4 hingga 5 hari, tergantung pada jenis bahan baku.
Racikan obat herbal Marwiah tidak hanya ditujukan untuk satu jenis penyakit. Ia mampu meredakan dan mengatasi hingga 27 penyakit, antara lain reumatik, maag, diabetes, ginjal, malaria, dan berbagai keluhan kesehatan lainnya.
Tanaman herbal yang digunakan dalam racikannya meliputi benalu tali putri, sambiloto, sarang semut, daun kayu putih, biji mahoni, dan banyak lagi. Sejak memulai usaha ini pada tahun 2000, produk herbalnya telah dikenal luas, bahkan hingga ke luar daerah seperti Jaya Pura, Sorong, dan Malaysia.
