Saat pertama kali mendengar bacaan Al-Qur’an, ia merasa tersentuh mendalam, seolah Al-Qur’an melanjutkan pesan Taurat dan Injil dengan konsep tauhid yang murni.
Ia membaca Al-Qur’an setiap malam, dan merasa seperti berdialog langsung dengan Tuhan. Akhirnya, pada tahun 2003, ia mengucapkan syahadat di hadapan Kamal, merasakan beban hilang dan tidur nyenyak untuk pertama kalinya.
Setelah menjadi mualaf, Gabriel dengan cepat beradaptasi dengan ibadah Islam seperti shalat lima waktu dan puasa Ramadhan, meski menghadapi tantangan seperti kurangnya dukungan keluarga awalnya.
Ia kagum dengan persaudaraan umat Islam (ummah), yang ia rasakan saat bepergian ke berbagai negara, termasuk Afrika, di mana ia bisa terhubung dengan Muslim lain hanya melalui salam dan ibadah bersama.
Kini, Gabriel adalah seorang coach Positive Islamic Psychology, konsultan pendidikan, dan presenter media yang muncul di saluran seperti Peace TV, Huda TV, dan Iqraa TV.
