Setelah menimba ilmu di pondok pesantren selama enam tahun, Gede kembali ke kampung halaman dan melanjutkan pendidikan di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kendari, di mana ia meraih gelar sarjana di bidang Syariah Hukum Islam.

Ketika memutuskan masuk agama Islam, nama Gede Wudane sempat diubah oleh kiai di pesantren menjadi Yusuf Alfurqan. Namun, karena namanya sudah tertera di ijazah SD, ia melanjutkan pendidikan dengan nama Gede Wudane.

Sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Kementerian Agama, Gede telah menjabat sebagai penghulu di beberapa kecamatan di Konawe Utara. Kini, ia dipercaya memimpin KUA Kecamatan Sawa.

Baca Juga: Sering Beda Visi dengan Suami, Wanita di Kendari Putuskan Mualaf

Selain sebagai Kepala KUA, Gede juga seorang ayah dari empat anak. Ia selalu berusaha memberikan contoh yang baik dan menanamkan nilai-nilai agama sejak dini kepada anak anaknya.