Namun nahas, nasib tak berpihak, di tengah derita itu, suaminya justru meninggalkan dunia untuk selamanya. Tetapi menurutnya, kepergian suaminya tidak menyurutkan keinginannya untuk meraih impiannya, mengunjungi tanah suci Mekkah.
"Saat itu saya memikirkan biaya pengobatan almarhum suami yang sakit, jadi rasanya untuk nabung itu masih sulit. Setelah beliau pergi (meninggal), tiba-tiba keinginan untuk umrah itu semakin besar," katanya.
Sitti juga menjelaskan, selama kurang lebih 2,5 tahun terakhir, ia telah merantau dan bekerja sebagai asisten rumah tangga di Kota Makassar selama 3 bulan, dan di Papua selama hampir 2 tahun.
"Karena pengen umrah, saya ke Makassar dan Papua. Kerja sebagai orang yang merawat bayi, atau yang sedang sakit. Sembari tinggal di rumahnya, saya juga sekaligus masak, nyuci, nyapu," jelasnya.
Baca Juga: Kisah Wanita Inggris yang Memeluk Islam dan Menikah dengan Pria Bekasi
