Selain itu, perjanjian ini juga memberikan dampak kerugian yang membuat kondisi ekonomi masyarakat Buton jadi menurun.
Pada Juli 1752, terjadi peristiwa perampokan kapal Rust en Werk di Perairan Baubau. Perampokan inilah yang menjadi pemicu perlawanan Buton terhadap VOC.
Seperti pada perjanjian 1667, harusnya Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi membantu VOC. Tetapi yang dilakukan justru sebaliknya.
Baca Juga: Mengenal Dekat Asma Nadia: Sosok Penulis Wanita Indonesia Penuh Karya
Pada 24 Februari 1755, VOC mulai melancarkan ekspedisi militer ke Baubau dan Benteng Kesultanan Buton.
