Karena kalah persenjataan, pasukan Buton pun terdesak. Sejak saat itu, Kesultanan Buton telah dipimpin oleh beberapa Sultan. Namun, semuanya tidak berusia lama.
Sampai akhirnya, Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi kembali diangkat menjadi Sulton Buton ke-23.
Tidak sedikit elit bangsawan Buton yang merasa khawatir dan ragu, bahwa Saidi bersedia berkompromi dan bersahabat dengan VOC. Tahun 1763, Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi undur dari jabatannya.
Meski tidak lagi memimpin, Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi tetap melanjutkan perlawanan sampai akhir hayatnya. Ia wafat tahun 1766 di Siontapina, Kesultanan Buton.
Untuk mengenang jasa-jasanya, pemerintah Indonesia menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional Indonesia pada 7 November 2019. (C)
