Perjalanan Amira sebagai seorang Muslim penuh tantangan, terutama karena ia harus menghadapi penolakan dari keluarganya yang begitu drastis hingga membuatnya merasa tidak dianggap sebagai bagian dari keluarga.
Amira terharu saat ibunya menangis ketika ia akan mengucapkan dua kalimat syahadat. Ibunya seakan merasa kehilangan sosok anaknya.
"Saya bilang, jangan nangis. Dia merasa saya akan jadi orang lain. Saya bilang kepada ibu saya, itu bukanlah Islam yang ibu pikirkan. Tapi saat itu saya belum ada cukup ilmu untuk menjelaskan tentang Islam. Tapi Masya Allah ibu sangat memahami. Sekarang pun sudah duduk bersama. Dan doakan dia, dia masih belum dapat hidayah. Insya Allah," tuturnya.
Selain itu kakaknya yang kurang memahami Islam marah besar ketika Amira memutuskan untuk berhijab.
"Kakak marah. Dia bilang banyak orang Islam yang tidak pakai kerudung. Kata kakak, ada orang mengaku orang Islam tapi dia tidak pakai (kerudung) juga. Kakak katakan itu pada awalnya kakak tak paham," ucapnya dilansir dari inews, Jumat (24/1/2025).
