"Itu ujian yang berat sebab harus meninggalkan pekerjaan yang sudah biasa dilakukan. Harus mulai dari awal lagi. Itu tidak mudah dan mustahil. Tidak ada yang mustahil bagi Allah, maka yakin pada Allah, kita berusaha saja," paparnya.

Ujian hidup Amira tak berhenti sampai di situ. Setelah menikah, ia harus menghadapi cobaan yang lebih berat lagi, yaitu kehilangan suami tercinta.

"Saya rasa itu ujian dari Allah. Saya ambil apa yang kita sayang dan Allah pun memberikan pelajaran. Saya akan mengucapkan Alhamdulillah, jika Allah mengambil nyawanya dalam keadaan seperti itu. Saya merasa Allah menguji dia (suami) dengan sakit. Allah ampunkan semua dosa-dosanya dia. Amin,” kata Almira.

Baca Juga: Harga Sebuah Iman: Pria Tionghoa Ini Rela Jarinya Dipotong Demi Mualaf

"Dan dia diizinkan melafalkan dua kalimat syahadat saat dia dicabut nyawanya dan kita belum tentu bisa. Dan apabila saya melihat orang yang diuji dengan ujian yang begitu dahsyat, dia ridho. Dia kenapa pula saya tidak ridho? Saya ridho. Saya harus ridho,” lanjut Amira.