Bisnisnya pun cukup sukses hingga menjangkau beberapa kota besar seperti Semarang, Surabaya, Solo, dan Jogja.

Yang lebih mengejutkan, meski belum memeluk Islam, Fano bahkan terkadang berperan sebagai pembimbing manasik umrah. Ia mempelajari sai, tawaf, dan sunnah-sunnah lainnya untuk membimbing jamaah.

Sebelum menyerang orang Islam yang dianggapnya 'bodoh', Delfano justru sedang mempelajari Islam. Semakin dalam ia belajar, semakin besar pula rasa cintanya pada agama yang dibawa Nabi Muhammad SAW.

Dari seorang yang taat beragama, Delfano kemudian menjadi agnostik pada tahun 2016. Setelah masa transisi ini, ia mulai tertarik pada berbagai agama dan mulai mempelajarinya secara mendalam, termasuk Islam seperti dilansir suara.com jaringan telisik.id, Sabtu (4/1/2025).

Fano menemukan hidayah bukan semata-mata dari pembelajaran Islam, melainkan dari perbandingan antaragama. Semakin ia mempelajari berbagai agama, semakin ia merasa tertarik dan tertarik pada Islam.