“Bokap gue curhat ke nyokap waktu gue SMA, gue denger, bokap gue mau umroh, itu di pesawat, dia curhat sambil nangis. Dia dihujat satu pesawat bahwa, 'Kamu ngga usah umroh, kamu didik anak kamu aja gagal,” pungkasnya.

Mendengar itu, dokter Tirta menjadi geram mendengar curhatan sang ayah yang diremehkan orang lain. Perasaan itu, ia pendam selama lima tahun hingga akhirnya memutuskan menjadi mualaf pada usia 22 tahun.

Keyakinan sebagai seorang muslim masih terus ia jalankan hingga saat ini. Meski demikian, dia mengaku tetap menghormati dan menghargai agama lain. (C)

Penulis: Merdiyanto

Editor: Fitrah Nugraha