Namun, ia yakin dakwah terbaik adalah melalui perilaku baik. "Perilaku adalah cara dakwah paling efektif di Jepang. Tunjukkan kebaikan, maka orang akan tertarik," ujarnya.

Jumlah Muslim di Jepang terus bertambah, dari sekitar 110.000 pada 2010 menjadi 230.000 pada 2019, termasuk ribuan mualaf Jepang seperti Kaiji.

Baca Juga: Marcel Krass, Mualaf Jerman yang Temukan Kedamaian Setelah Berjuang Lawan Keraguan

Kisahnya menjadi bukti bahwa hidayah bisa datang kapan saja, bahkan di negeri yang jauh dari dunia Islam.  

Kaiji kini aktif di komunitas seperti Olive Young Muslim Community dan terus menyebarkan keindahan Islam kepada masyarakat Jepang.