JAKARTA, TELISIK.ID – Perempuan asal Batak Toba, Sumatra Utara, Desima Christina menjadi mualaf saat dirinya berusia 15 tahun ketika ia masih di bangku SMP. Diketahui, agama yang dianut sebelumnya adalah Kristen Protestan.

Terlahir dari keluarga non Muslim, Desima termasuk seorang yang taat pada agamanya. Sejak kecil ia mengenyam pendidikan di sekolah non muslim di Bekasi. Namun keyakinannya mulai goyah ketika ia berada di Sekolah Menengah Pertama ( SMP).

Dikutip dari muslim.okezone.com, Desima mulai tertarik dengan agama Islam saat di bangku SMP ketika memiliki banyak teman yang menganut agama Islam. Bagi Desima, orang Islam itu baik. Mereka memperlakukan Desima dengan sangat baik.

"Teman saya baik, bahkan walaupun di-bully mereka tetap berbuat baik pada kami, dari situ saya mulai penasaran dengan orang Islam," ucap Desima.

Dalam waktu yang cukup singkat, ia pun mantap mengucapkan dua kalimat syahadat tanpa sepengetahuan kedua orang tua dan keluarganya. Alasan tidak memberitahu orang tuanya tidak lain karena takut diusir.