“Saya dulu pemikul salib, jual harta untuk Yesus kalau sekarang sama jual harta untuk Allah,” kata pria asalnya dari Yogyakarta itu.
Ia menceritakan banyak kisah dalam perjalanan hijrahnya sebagai mualaf. Namun, inti dari semua itu adalah keyakinannya bahwa Islam adalah agama yang paling benar.
“Saya bersyukur ketika saya masuk Islam ada yang memusuhi menjahati. Kalau saya nggak pernah merasakan terhina dihinakan bagaimana saya tahu kasih sayang Allah,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, ia menceritakan bahwa dulunya ia adalah seorang pengusaha yang merantau di Kalimantan. Awal mula ia mengenal dan mendalami Islam adalah dari coba-coba, apalagi ia adalah seorang penginjil.
Saat itu, ia merasa penasaran, misalnya dalam agama sebelumnya ia mengimani Yesus sebagai Roh Kudus. Namun, setelah mempelajari Al-Qur'an, ia menemukan bahwa Roh Kudus adalah Malaikat Jibril.
