Dengan latar belakang sebagai penginjil, Koh Hanny ingin membuktikan adanya kelemahan dalam Al-Qur'an. Ia mencoba mencari kontradiksi, tetapi hasilnya, ia justru mendapati bahwa Al-Qur'an sempurna tanpa kontradiksi.

Akhirnya, ia dengan mantap mengucapkan dua kalimat syahadat di Mojokerto, Jawa Timur, pada Februari 2013.

Alasan ia memilih Mojokerto sebagai tempat pengucapan syahadat adalah karena ia akan menikahi calon istrinya yang tinggal di Mojokerto.

Keputusan Koh Hanny untuk masuk Islam mendapat penentangan dari keluarganya, terutama dari ibunya yang sangat menentang.

Koh Hanny mengungkapkan bahwa ia mengucapkan dua kalimat syahadat di hadapan ibunya. Sang ibu, yang memendam amarah, menatap tajam Koh Hanny saat ia bersyahadat.