Ali mengungkapkan bahwa ada dua faktor utama yang mendorongnya untuk terus mencari kebenaran, salah satunya terkait dengan kitab suci agama yang dianutnya sebelumnya.
“Ini pengalaman saya pribadi ya. Pertama, firman Allah yang menjadi buku atau kitab itu problem. Kedua, firman Allah yang menjadi manusia itu problem,” ucap Ali.
Pada faktor pertama soal firman Allah yang dituangkan dalam bentuk kitab, Ali mempertanyakan mengapa terdapat perbedaan yang cukup signifikan di antara berbagai aliran dalam agama Kristen.
Baca Juga: Kisah Eks Persija Silvio Escobar, Hampir Gagal Mualaf Gegara Takut Sunat
Ia menyebutkan bahwa ada tiga kelompok besar dalam agama Kristen, masing-masing memiliki Alkitab dengan jumlah buku yang berbeda. Ada yang memiliki 73 buku, 66 buku, bahkan hingga 78 buku.
