“Artinya apa, semua kekristenan di dunia memang nama kitabnya sama (Alkitab). Tetapi, sebenarnya isinya itu diperdebatkan. Mana yang wahyu dan bukan itu tidak ada kesepahaman dan kesepakatan,” sambung Ali.
Selanjutnya, Ali membandingkan Alkitab dengan Al-Qur'an. Ia menemukan bahwa tidak seperti Alkitab yang memiliki berbagai versi, Al-Qur'an hanya ada satu versi yang final dan tidak dapat diperdebatkan, terlepas dari perbedaan mazhab atau organisasi di antara umat Islam.
Setelah memeluk Islam, kehidupan Ali mengalami perubahan signifikan. Selain menjalankan ibadah sebagai seorang muslim, ia juga aktif berdakwah dan membimbing orang lain untuk memeluk Islam sesuai dengan keahliannya. (C)
Penulis: Merdiyanto
Editor: Mustaqim
