PALEMBANG, TELISIK.ID - Nurhayadi, seorang pria yang kini beragama Islam, menghadapi ujian berat setelah memutuskan untuk menjadi mualaf. Keputusannya ini ditentang keras oleh keluarganya, yang akhirnya berujung pada pengusiran dan perlakuan tidak manusiawi.

Nurhadi merupakan pria asal Palembang, Sumatera Selatan, saat ini tinggal di Tangerang, dengan mantap mengucapkan dua kalimat Syahadat pada 27 Oktober 2019. Sebelumnya, ia tinggal di lingkungan yang mayoritas beragama Kristen.

Satu desa tempat Nurhadi tinggal, termasuk keluarganya, menganut agama Kristen. Bahkan, ibunya sendiri merupakan seorang aktivis gereja.

Nurhadi mulai tertarik pada Islam setelah kakaknya menjadi mualaf. Ceramah-ceramah yang diberikan kakaknya tentang Islam membuatnya merasa semakin tertarik. Ia pun merasa kurang yakin dengan agama yang dianutnya sebelumnya.

"Kok Tuhan saya bisa meninggal? Dibangkitkan pada hari ketiga. Kalau Tuhan kan gak mungkin Dia meninggal, gak mungkin berubah rupa menjadi manusia. Dari situ mungkin banyak keraguan-keraguan," ujarnya dikutip dari YouTube Ngaji Cerdas.