Merasa mantap dengan keputusannya, Samanta kemudian mendalami Islam. Ia membeli buku tuntunan salat dan mulai rutin berlatih salat setiap malam.
Dilansir dari merdeka.com, tak hanya itu, ia juga belajar membaca Al-Quran, berusaha memahami setiap makna di dalamnya.
Selain faktor-faktor lain, keputusan Samanta untuk menjadi mualaf juga didorong oleh terkabulnya sebuah nazar yang ia panjatkan. Nazar tersebut, yang sebenarnya untuk orang lain, semakin memperkuat keyakinannya dalam memeluk agama Islam.
Dengan keyakinan penuh, Samanta merasa bahwa Allah SWT telah menunjukkan jalan yang benar kepadanya. Rasa syukurnya atas hidayah itu membulatkan tekadnya untuk menjadi seorang muslimah yang taat.
Tentu saja, keputusan Samanta untuk memeluk Islam tidak selalu mendapat sambutan baik. Beberapa teman dekatnya, yang telah bersamanya sejak kecil, bahkan memberikan reaksi negatif.
