"Namun ketika saya kuliah usia 19 tahun ketika itu, saya bertemu dengan seorang mahasiswa muslim dari Bangladesh. Bagi saya itu pertama kalinya (melihat orang Muslim) di Jepang. Lalu kami bersahabat," lanjutnya.
Hidup Sugimoto mengalami perubahan drastis setelah diajak sahabatnya ke Bangladesh. Pengalaman budaya yang begitu berbeda dari Jepang membuatnya mengalami shock sekaligus kagum.
Terdorong oleh rasa ingin tahu terhadap budaya Bangladesh, saya memutuskan untuk menerima undangan sahabat saya untuk berkunjung ke kota tempat tinggalnya selama satu minggu.
Pengalaman budaya yang sangat berbeda membuat saya terkejut saat mengunjungi Bangladesh pada tahun 1996. Banyaknya orang miskin di sana menjadi salah satu hal yang paling mencolok.
Selain pengalaman yang mengejutkan, saya juga menemukan sisi positif dari budaya Bangladesh. Keramahtamahan dan nilai kekeluargaan mereka sangat kuat, sesuatu yang terasa mulai hilang di Jepang.
